? ??????????????????? ????Easy Install Instructions:???1. Copy the Code??2. Log in to your Blogger account
and go to "Manage Layout" from the Blogger Dashboard??3. Click on the "Edit HTML" tab.??4. Delete the code already in the "Edit Template" box and paste the new code in.??5. Click "Save Template" CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS ?
zwani.com myspace graphic comments
Memaparkan catatan dengan label BERPAUT DI DAHAN CINTA.... Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label BERPAUT DI DAHAN CINTA.... Papar semua catatan

Rabu, 18 November 2009

ROMANTIK HALAL....

Susah dimiliki..payah dijaga...mencari Soleh memimpin dunia...menjadi Solehah menuju Syurga...
Demi Cinta Suciku..Demi Tulus Kasihku...

semalam penat aku menulis laporan pada petangnya, aku melangkah dan berdiri di tepi tingkap....menghirup udara lepas..

Terpandang aku pada sepasang dan sejoli kekasih. Kedua-duanya duduk di atas topi keledar di bawah flat perumahan itu. Sang arjuna itu memgang polistirena berisi makanan.Nasi berlauk nampaknya kerana sang puterinya memegang bungkusan lauknya.

sang arjuna menyusun nasi di ditangan lalu disuap pada sang puterinya yang sedang menanti...MasyaAllah..romantik sungguh..Bahgia nampaknya....Aku tersenyum..

Tapi..

Astaghfirullah al azim...lagaknya bukan macam sepasang suami isteri begitu bukan? Lalu romantik itu hilang kerana tidak halal...Aku tersenyum...terfikir...dan mengeluh...Anak-anak muda zaman sekarang. Ilmu setinggi bintang di langit, tetapi agama diletakkan di bawah tapak kaki barangkali...Akal tak lagi mengawal nafsu, tetapi nafsu mengawal akal dan merajai hati..

Terbayang aku..Pada diriku sendiri. Aku pernah mengimpikan akan makan dari tangan seorang lelaki yakni suamiku sendiri, dan suamiku makan dari tanganku..Ya Allah...Alangkah bahgia jika dapat meniti saat-saat romantis itu...Allahuakbar,andainya itu dapat kulakukan, pastinya Allah akan melimpahkan kasih sayangNYA kepada kami.dan kami bisa jadi pasangan yang romantik. ROMANTIK HALAL

11.20 pm/28/17/09/umahmelewar/atastilamtompang...

Ahad, 28 Jun 2009

AKU TERIMA NIKAHNYA...

Inilah cinta yang sesungguhnya.
Yang diikat, bukan dengan lafaz


" I love U.."



bukan dengan lafaz


"Aku cinta padamu.."



Tapi dengan lafaz

"AKU TERIMA NIKAHNYA.. "

Inilah cinta yang sesungguhnya...

Sekadar mengambil kesempatan untuk mengucapkan tahniah kepada rakan-rakan sekolah lamaku, Sekolah Menengah Teknik Kemaman, Puan Marliza (dah jadik Puan ekk..hehehehe) yang selamat diijabkabulkan entah bila tarikh tepatnya. (kad pun tak tengok sebab sampai kat umah, aku di KL..huhuhu) Maaf laaa semua tak dapat pergi ke majlismu penuh erti..
Tahniah sahabatku Marliza...(n_n)



Buat Awien, kawan dari sekolah rendah sampai laa ambil STPM, yang baru saja tamat belajar kat UKM, tup-tup dah kawin dengan orang Pahang. Terkejut jugak...hehehe(yang nie lagi ralat, baru pi Perak, tengah cuti tapi tak dapat balik laa, tolong kakak jaga baby baru lahir) Dah dapat suami yang berkerja apa lagi nak tunggu kan? Perkara yang baik jangan ditangguh-tangguh. Membazir masa..hehehehehe.

Dan selamat selamat bertunang juga lah kepada Yana kawan baik Awien yang kiut itu dan juga Lekha (dengar khabar nak bertunang da bulan enam nie..entah-entah dah bertunang, hihihi) Aku tumpang gumbira...(n_n)

Tahniah Faz...Cumel..hehehehe

Dan juga untuk budak-budak kelas...(budak-budak apa dah kahwin..heheheh) Rakan-rakan sekelas yang khabarnya sudah melangkah ke jinjang pelamin dengan pasangan masing. Faz, Ummi, sape lagi ek? Ramai sangat yang kawin...Kad kawin kat rumah dah banyak yang sampai, tapi tak sampai ke tangan ini. Huhuhuhu..Maklumlah bermusafir di negeri orang...hohoho

TAHNIAH YA SAHABAT-SAHABAT..

INI DOA UNTUKMU YANG SEDANG BERBAHGIA MENGECAPI SUNNAH..



"SEMOGA


ALLAH MEMBERKATI ENGKAU


DAN MENYATUKAN KAMU BERDUA


DALAM KEBAIKAN..


.amin..."


Dan aku..insyaAllah..doa-doakan ya...entah bila..tapi pastinya suatu hari nanti...Sekarang pun sudah ada yang menggosipkan aku sudah bertunang...senyum jer la..hahahaha..


Yang dicari walau bukan PUTERA RAJA,

Yang diimpi, biarlah tak punya RUPA,

Asal SEDAP DIPANDANG MATA,

Yang dinilai bukan sempurna SIFAT JASMANI,

Asalkan sihat ruhani, SEMPURNA HATI...

Yang diharap bukan JIHAD PADA SEMANGAT,

Asalkan PERJUANGANNNYA ADA MATLAMAT,
Yang datang, tak perlu dinilai dengan SILAM YANG GEMILANG
Kerana hamba serikandi dengan SILAM YANG KELAM

Yang dinanti, bukan lamaran dengan PERMATA

Cukuplah AKAD dan JANJI SETIA..

Dan, yang terjadi,

ANDAI TAK SAMA KEHENDAK HATI, HAMBA REDHA KETETAPAN ILAHI...

Jumaat, 1 Mei 2009

CEREKARAMA UDA DAN DARA...


UDA : sedih

DARA : (termenung) Assalamualaikum..kenapa pulak..

UDA : (menangis-sedih)

DARA : Alolololo...nangis pulakk..

manja nehhh.. (termenung)

UDA : (sedih)

DARA: (senyum, dan terus senyum)

UDA : (bimbang)

DARA : (termenung) (sengih) (sengih) (ceria)

UDA : (ceria) (kiss) ( love)

DARA: adehhhh....dah tahap kritikal nampakk.. hohohoho ( takut) ( takut)( takut)( takut)

UDA : bila diam,,mengapa ku terfikirkan mu?


DARA : (berfikir..)

UDA : bila sunyi....hati ini rasa berdebar-debar bila teringatkan mu


DARA : Tanyalah sama angin...


UDA : hahaha

DARA : hahahahaha..

UDA : nak tanya apa sama angin?

DARA : Tanya mengapa kau jadik sebegitu rupa..

UDA : aku dah tanya..tapi tiada suara yg membisikkan penyebabnye.... oh Dara

DARA : sudah pasti..kerana bahasa angin kau takkan mengerti...Sebab itu aku mau kau tanya sama angin..(senyum)
Dengar baik2...Pejam matamu.Bisikannya...

UDA : bila ku penjam mata ini...gelap gulita rasanye


DARA : Germesik..zikir pada Ilahi...
Lalu mengapa kau masih mengangti diri ini kala sunyi..?


UDA : apa yang kau ingin bisikan?

DARA : Lagikan angin berzikir sepi..
Tapi mengingati diri ini yang tak membawa erti...


UDA : fitrah insani mahu disayangi dan dikasihi

DARA : aku tahu..dan pasti..(berlapang dada dan senyum)

UDA : bisakah kau menyayangi ku?

DARA : kenapa kau bertanya padaku..bukan pada dirimu..?

UDA : aku memang dah menyayangi diriku..xperlu la aku tanya (ketawa)
Cuma aku mahu menyayangi org lain juga


DARA : (hmm..termenung...)

UDA : bisakah kau menyayangiku?

DARA : bila Allah izinkan aku menyayangimu..sungguh bisa sekali.. (gelak)

UDA : sungguh bisa? bahaya sungguh..sungguh bisa...berbisa tuh..perhhh!!
Wa caya sama lu Dara
hahaha....
Oh Dara...


DARA : (nak gelak, kelakar pun ada)

UDA : Hatiku rasa makin rindu padamu
tapi kau x
tak bisa didampingi oleh ku
kerna ku biasa saja


DARA : (sengih)
aku lagi biasa..
kalau rindu..
tak mampu dampingi..
pandanglah awan..
zikirlah persis angin yang lalu..
semoga rindu itu kembali kepada Pencipta rindu itu sedri..
Ya Rabbul Izzati...
(berlapang dada dan senyum)


UDA : tapi tak bisa juga ku melupaimu sayang
aku manusia
yang biasa


DARA : didiklah hatimu sendirik..usah lali diulit nafsu berahi...kelak kau akan rugi..
Buat apa merindui sesuatu yang tak pasti milikmu lagi...?
(termenung dan berfikir kononnya)


UDA : aku tahu aku tidak layak untuk mu
Namun tak mengapalah...merinduimu itu jua satu anugerah yang tak terbanding dari
Tuhanku
Abang bersyukur mengenalimu walaupun kau belum pasti menjadi milikku
oh Dara....


DARA : mantap!

UDA : (hati berbunga cinta)

DARA : (ber lapang dada dan senyum)

UDA : (berlapang dada dan senyum)

DARA : Abang...? bagusss....permulaan yang menyentuh jiwa..tergoda siapa yang
mendengarnya..tapi tidak aku...
(gelak)
(pandang dan terus mendengar)


UDA : mengenalimu satu anugerah yang tak ternilai oleh ku

DARA : Alhamdulillah...kalau itu satu anugerah..
(lapangkan dada dan senyum)


UDA : bukan sengaja ku melafazkan kata mesra..tp ter taip dengan tak sengaja

DARA : tak mengapa..
aku mnegrti...
(sengih)


UDA : adakah kau tahu? sudah tentu kau tak tau apa2..kerana kau bukan diriku

DARA : ya benar..
tapi Allah tahu..
dan supaya aku dapat tahu, Allah hdirkan kau untuk memberitahuku..cuma ats

dirimu..mahu bertahu atau tidak kepadaku..
(sengih)
(lapangkan dada)


UDA : cuma kau insan yang ku ingin miliki djadikan suri menemani pejuangan hidup ini dipelbagai alam nanti
oh Dara...rasa-rasanye..perasaan ni makin mendalam rasanye
sudikah kau temani aku, didunia ini juga diakhirat nanti?
bersama2 dalam berbakti mencari redha Ilahi


DARA : apa maksudmu?
(buat-buat tak tahu dan termenung..berfikir)


UDA : Jika kau rasa hati ini..pasti nye engkau kan mengerti

DARA : 'temani' itu pelbagai erti..

UDA : bertapa suci nya hatiku...tanpa diragu
jika kau rasa getarnya


DARA : sebagai teman sejati..sahabat sejati...isteri...rakan sehari...
usah bermain kata...
(sengih...)
bagaimana kau dapat nilai kesucian hatimu sendiri..?
tanpa bukti..?
(termenung dan berfikir)


UDA : itu tak perlu ku buktikan..kerana ku tak mampu

DARA : baik laa..
alasanmu kuterima...


UDA : kau tanyakan pada Tuhan aja la

DARA : baiklah..
(senyum)
pandai juga bermain kata..mgukir rasa..hmm...
(sengih) (termemnung)


UDA : adakah kau ada rasa?
jika kau merasai getaran kata2 ku...tak banyak pun...sikit kau kan rasa


DARA : aku punya pelbagai rasa..Allah hadirkan dalam diri ini sembilan anfsu dan satu
akal..berbanding dirimu sembilan akl dan satu nafsu..

UDA : tak cepat pun lambat kau kan memikirkannye

DARA : dan sembilan nafsu itu..Allah pecahkn pelbagai rasa..
menunjukkan aku ini lemah..perlukan sembilan akal untuk mengawalku..

untuk tunjukkan jiwaku ini halus untuk mengasihi dan mendidik2 anak2 ku
nnti.. (senyum)
aku berlapang dada saat ini...
hanya senyum terukir pada diri..
meyambut baik setiap bait kata-katamu..


UDA : (senyum)

DARA : luahan insan yang punya perasaan..
(angel)


UDA : jiwa mu tulus Dara
hatiku kian terpaut


DARA : Aku hanya insan biasa...

UDA : ku jua insan biasa Dara

DARA : usah kau terleka kerananya..
(senyum)


UDA : ku tak terleka
tapi ku merencana untuk diriku yang memerlukan insan lain dalam hidupku


DARA : aku faham...

UDA : apa yang kau faham?

DARA : wahai rijal yang perlukan seorang nisa'...

UDA : ya...aku perlukanmu


DARA : kau pasti..?

UDA : sudah pasti
pasti boleh


DARA : perlukan aku atau pendampingmu..maksudku isterimu..bidadari duniamu..penghulu
bidadari syurgamu..

UDA : malaysia boleh

DARA : (berlapang dada dan ceria)

UDA : kan sudah ku nyatakan tadi....di dunia mahupun di alam2 lain nanti
ku ingin kita bersama
(berlapangkan dada dan ceria)

oh Dara...

DARA : hmm....aku faham kau perlukan seseorang dlm hidupmu..
sebagai pendampingmu dunia akhirat..
seperti katamu..itu fitrah..
tapi tak perlu kau seru namaku begitu..


UDA : oh Dara....

DARA : Jaga hatimu..
jaga hatimu saudaraku..lidahmu saudaraku...


UDA : oh Dara..tak pernahkah kau memikirkan diriku untuk hadir dalam hidupmu sebagai pemimpin mu?

DARA : Allah tidak izinkan walaupun aku inginkan..
yang aku mampu..
aku hanya pinta padanya seseorang yang hatinya dengandenganNya..dekat dengan

rumahNya...supaya ku bertmbah dekat denganNya..dan dia menerima aku seadanya..
aku tak mampu bermimpi indah2..
(senyum)
doaku setiap mlam menjelang...
(angel)


UDA : aku tak pinta kau bermimpikan ku
hahaha


DARA : mimpi indah2..bukan mimpikanmu..hahahahahahaha

UDA : ala...Dara...
oh Dara....


DARA : (gelak sakan)
dah laaa...
merepek petang2..


UDA : hahaha
oh Dara...
kau sudah bosan bercengkerama dengan ku?
sampai hati mu
hahaha


DARA: sejak bile aku bercengkerama denganmu wahai saudaraku?
apa maksudmu bercengkerama ha? hahahahhahaha
(sengih)
kamu ini sungguh kelakar..


UDA : sejak tadi la

DARA : hahaha..

UDA : sungguh kau tak sedar
(gelak sakan)


DARA : aku sedar..
tapi perkataan bercengkerama itu sungguh kelakaar...
hahahahahah (gelak sakan)


UDA : hahaha
saja ku pilih perkataan itu
mengapa?
ini bukan gurau petang Dara...


DARA : bercengkerama di bawah bulan purnama..wahahahahaha
perktaannya terlalu..
ahh..lupakan..
(sengih)


UDA : mana bisa ku lupakan bergitu aja Dara...
kau pun tahu..aku
tak bisa

DARA : kau sambung lagi...
hihihi..
(sengih)
mengapa kau diam..?
(termenung dan berfikir)


UDA : ku diam kerana ku berfikir

DARA : Apa yang kaufikirkan..tak mahu berkongsi lagi..?

UDA : ku fikirkan mu

DARA : apa lagi yang kau fikirkan tentanagku..huhuhuhu

UDA : pelbagai aneka

DARA : pelbagai aneka...Hmmm...
teruskan...
(melihat dgn senyuman)


UDA : bagaiman bisa ku teruskan
takala kau bermain2 dalam fikiran ku


DARA : hmm...

UDA : keluar kau dari fikiranku dulu Dara...

DARA : tak dpt teruskn tapi masih bisa bermain2 dlm fikiranmu..hmmm

UDA : keluar
ku kata keluar


DARA : (babai)

UDA : bisakah ku memegang dan menarik mu keluar

DARA : aku keluar sekarng kalau itu mampu menyahkanku dari fikrianmu..
(babai)


UDA : hahaha
bisakah kau meninggalkan ku?


DARA : solat dulu ya..salam..
zzziiiuup!


SEKIAN. Ini hanyalah satu 'main peranan' antara dua orang sahabat. Hehehehe...Lakonan ini telah dijayakan oleh seorang sahabat yang telah mempunyai pilihan hati dan telah dilukai sehingga belum sembuh sepenuhnya lagi manakala seorang lagi menyerahkan hati sepenuhnya kepada Ilahi dalam memberikan hatinya kepada yang diredhaiNya...Renung-renungkan wahai Uda dan Dara di luar sana...JOm balik kampung...(n_n)

Rabu, 25 Februari 2009

Kawin oh Kawin...



26.02.2009

Hari ini, sudah berkali-kali ucapan TAHNIAH aku terima atas jemputan dariku ke rumah sempena majlis akad yang bakal menjelang tidak lama lagi. Atas bebrapa kemusykilan, aku menjadi 'bakal pengantin' secara tak bertauliah..hehehe. Terkejut jugak bila Bro Has telefon dan ucapan bertalu2 darinya ditujukan buatku....hahahaha..

Nampaknya ada orang salah faham..hehehehe...
Lewat petang, berborak lama dengan seorang adik yang telah lama tidak kujumpa. Saat bercerita, terpacul dari mulut bahawa dia diam-diam kini sudah 'diikat'. Malah, sudah setahun berlalu.

Alhamdulillah...terkejut? gembira? tak percaya? percaya je?

semua bercampur aduk. Ya Allah..Kau permudahkan urusan dia. Bertunang akhirnya. Mendapat bakal suami dari ahli jemaah. Hubungan yang diikat bukan atas sekadar suka tetapi istikharah yang telah ditunjukiNya. Alhamdulillah. Dia semakin istiqamah..Subhanallah..Indah benar percaturan jodoh yang ditemukan Allah untuknya. Allahuakbar!!!
Kelmarin dulu, aku baru sahaja terima sekeping kad cantik dan berwarna ungu lembut dari seorang rakan kolej yang telah graduate. Isnin, 16 mac 2009. Tapi jauhnya kalau nak pergi. Aloq Staq tue..huhuhuhu...Berkahwin jugak dia akhirnya.
Sebelum itu sahabatku menyampaikan juga satu berita gembira bahawa seorang sahabat juga telah bertunang dan perjalanan sebagai seorang tunang sungguh dijaga dan dibatasi serta dijaga orang tua disisi. Alhamdulillah. Bukan mudah menjaga hati. Saat diikat terasa dekat. Lalu iman perlu diperkuat. Agar yang pahala tidak menjadi dosa sia-sia. Kemanisan rumah tangga tidak tersia seawalnya.

Cuti semseter baru-baru ini. Sempat kumenghadiri majlis kahwin sahabatku yang baru sahaja gradute dari sebuah universiti. Berdiri segak disisinya sang suami bergelar polis lengkap sepasang sedondon baju berwarna biru. Pada tarikh yang sama, kudapat tahu dari seorang sahabatku, seorang kawan turut bertunang. Alhamdulillah, semua kahwin dalam umur yang dikira muda untuk zaman serba ke depan ini. Menumpang gembira aku atas kegembiraan sahabat-sahabatku yang bertuang kini dan sudah menjadi isteri.


Hai manusia,

Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari Laki-laki dan perempuan

dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dari suku suku

supaya kamu saling kenal-mengenali.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

(Surah Al-HUjurat, ayat 13)

Mudah benar kulihat sahabat- dan rakan-rakanku diikat dan melangsungkan perkahwinan.
Pernah kutanya pada seorang rakan, untuk apa dia bercinta. Katanya pantas, 'untuk berkahwin'.

Dan untuk berkahwin, perlu mencari suami atau isteri yang solehah. Tapi kalau diri sendiri belum soleh atau solehah, layakkah kita untuk meminta selebih itu? Kurenung diriku...

BUkan mudah berpaut di dahan cinta rupanya. Takut terpaut di dahan rapuh, lalu patah menyesal tak sudah. Hendak mencari permata suci, cinta hati insani, bukan mudah seperti mengutip batu di jalanan. Menjejaknya umpama mengutip mutiara di dasar lautan. Ada nafas yang perlu di tahan untuk menyelam. Ada kekuatan yang diperlukan untuk berenang ke dasar yang dalam. Dan yang penting ada keimanan yang kuat untuk menemani sepanjang pengembaraan di lautan dalam.
"Ya Allah, Akadkan aku dengan segera sekiranya itu yang terbaik untukku. Usah biarkan aku diracuni cinta yang meragui..amin..." (n_n)

Rabu, 24 Disember 2008

-sambungan-"Usah meratap...Bumi Allah ini luas.."Lalu dia terdiam. Lama. kuharap diamnya berfikir bukannya sedih.Setiap orang mahukan yang terbaik. Mendapat yang terbaik. Dan tidak semua yang kita mahukan bisa menjadi kenyataan. Betapa hebat kita merancang, Allah itu lagi hebat menentukan.
Pelik juga aku melihatnya. Benci benar dia pada lelaki yang telah meninggalkannya, tetapi beria-ria pula agar lelaki itu bisa menjadi abang angkat sahaja jika bukan sebagai kekasih hati, biarpun sudah tahu lelaki itu kini sudah ada pengganti dirinya.
Bagaimana hendak aku menasihati sahabatku ini? cari kekasih baru untuk hapuskan luka hatimu? Itu saran sahabat keduaku.Ohh tidak...Bagiku belum tentu,. Untuk apa bercinta jika sekadar untuk menutup luka agar bahgia? Bukankah itu pura-pura? "..Ikhlas boleh dididik.." Pintas sahabat keduaku.
"benar...boleh sahaja jika itu yang dia mahu...tapi..yang utamanya kembali dulu kepada Penciptamu.." Pintasku pula.Kembalilah kepada Penciptamu sahabatku, yang menciptakan rasa cinta untukmu, kemudian ditumbuhkan pula rasa bahgia dalam dirimu. Sedang enak kau dibuai cinta, didatangkan pula ombak gelora, terkapar kau kelemasan. Akhirnya kau terdampar sendirian kelukaan dan dia..dia telah jauh meninggalkanmu. Muhasabahlah dirimu sahabatku.Mungkin ada langkah-langkah yang tersasar sehingga Allah tidak mengizinkan kau bersamanya..kau kecewa? Setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya. Sejukkan kembali hati gerimismu dengan ayat-ayat Allah..Bersabarlah..
"Dan Allah itu menyukai segala orang yang sabar"
(Q.A. 146 S.3 : Ali Imran)
Istighfarlah sahabatku. Dia hanya seorang lelaki yang dihadirkan Allah untuk mengujimu, dan mengajari kau sesuatu yang kau sendiri tidak mengerti apakah maknanya semua itu. Usah meratap, bumi Allah ini luas...
"Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk, dan lelaki-lelaki yang buruk itu untuk wanita-wanita yang buruk,
sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik untuk wanita-wanita yang baik" (an-Nur 26)

'BERPAUT DI DAHAN CINTA...'






"Cinta Itu indah..

ambillah selagi tidak melampaui batas yang disyariatkan oleh Allah..."

"Tak salah bercinta..awak tue jual mahal sangat.."

Begitu respon sahabtku bila kukata, kurela korbankan perasaan andai cinta itu melalaikan...Tersenyum aku, biarpun terpalit juga sedikit rasa kecil hati kerana mengatakan aku ini jual mahal. Semacam barangan saja disamakannya. Tak apalah, ini bukan sekali, sabarku bukan sekaki.

"Saya tak kata pun cinta itu salah...hahaha". Ketawa aku.

"Saya jual mahal ke? Mana ada, takkan saya nak tanya tiap-tiap orang "siapa nakkan saya..siap nakkan saya!". Aku cuba bercanda...

Perasaan yang tak sama..

ingin cinta dan dicinta..bukan ciptaan manusia, tapi takdir Yang Kuasa..Janganlah Engkau mungkiri segala yang Tuhan beri..renungkanlah...

Terlintas lirik lagu itu dibenakku, melantun keluar menyanyi-nyanyi dibibirku...

Sambungku "kalau ada yang berani datang, datang memohon cinta ini, InsyaAllah saya pertimbangkan.Setakat ini takde lagi yang berani datang dan berterus terang. Takde gak yang datang berkawan saya halau..takde..hmm..."

Sambung ku lagi, " Cinta itu indah, ambillah selagi tidak melampui batas yang disyariatkan Allah.." Ku lantunkan kata-kata terakhirku itu kepadanya sebagai penutup bicara tentang cinta manusia. Sebenarnya cuma berbicara tentang cinta seorang sahabat yang terluka, tapi terkena pula aku tempiasnya. Entah kenapa.Sabar sahaja.

Begitu cerita cinta yang biasa kudengar. Tentang cinta sahabatku yang terluka kerana seorang manusia yang dicintainya. Terlalu mencintainya. Jatuh cinta, bahgia dalam cinta, dan akhirnya terluka kerana cinta sehingga kering airmata kerana Allah tidak mengizinkan cinta itu bersatu. Lalu dipacakkan banner sebesar-besarnya perkataan 'BENCI' kepada semua lelaki di dalam hatinya kerana tidak lagi mempercayai lelaki lantaran seorang lelaki yang menyakiti hati dan memungkiri janji.

Lalu kutiupkan buih-buih persoalan. "Kamu benci semua lelaki kerana seorang lelaki? Seolah-olah semua lelaki yang Allah jadikan dalam dunia ini punya satu sifat sahaja, sama perangainya, sama biologinya, sama fizikalnya...Lalu kulontarkan lagi dalam diri...Jadi bagaimana? Rasul itu laki-laki, ayahmu laki-laki, abangmu juga laki-laki...adikmu juga laki-laki, sahabatmu yang selama ini yang sering kau minta untuk menasihati juga laki-laki..Kepada lelaki mana sebenarnya kamu bencikan? kamu tidak percayakan?"

-bersambung-